Minggu, 21 Mei 2017

Kemana saja dirimu...

Ini bukan lembaran baru, namun halaman yg sangat lama yang kembali kubuka... Sudh terlalu usang, tak pernah tersentuh... Warnanya sudh tak lagi putih... Tapi semoga masih bisa terlihat jelas untuk ditulis maupun dibaca... Ada keterasingan di keramaian ini.... Tapi seuntai pengharapan untuk sebuah jalan yg mungkin tak seindah yg terbayangkan... 😃 
Hingga esok hari....☺😊
Lama aku tak singgah disini...  Entah mengapa...  Entah apa yg telah kulakukan bertahun  ini...  Hingga aku lupa pada apa yg disebut rumah untukku berbagi...  
Semoga ini bukan hanya niatku pulang yg sesaat...  Aku ingin terus bisa berada dirumahku...  Rumah dimana tempatku berbagi,  bercerita dan berkeluarga kesah...  
Selamat malam... 
Selamat merangkai mimpi2 indah lalu esok bangkit utk mewujudkannya...  

Sabtu, 13 Oktober 2012

Lama tak singgah disini.....

lamanya aku tak singgah di sini...
tempat dimana biasanya membuatku sedikit lega dengan tulisan2 yang kadang hanya sebatas hiburan semata... :)
ya.... mungkin karena di kantor pundi yang baru ini gak ada hospot ataupun wifi gratisan...hihihihi..
ataupun juga mungkin selama ini sudah terlalu sibuk dengan seabreg kerjaan yang entah seperti apa kumemaknainya....
ah..... entahlah... 10 bulan aku di bank Pundi Kcp Bangko ini banyak kisah dan pengalaman yang aku rasakan... sedih dan senang...
awal masuk, beradaptasi dengan suasana kantor yang nyaris bertolak belakang dengan suassana kantor sebelumnya, adanya kecemburuan dan semua yang membuat aku terkadang ingin teriak dan lari dari semuanya..
ulang tahun yang tak berkesan sama sekali, hingga liburan ke padang - bukit tinggi yang menyenangkan..
kegalauan tentang jobdesk kerjaan yang terus berganti tanpa kejelasan pasti... hingga puasa ramadhan yang penuh hikmah dan lebaran di bangko yang tak ada berkesan2nya...
hm..... semua terlewati dengan begitu saja... waktu yang terus berlalu hingga mengantarkan aku untuk mengharuskan Assesment Account officer.. step yang harus dengan keikhlasan dan keyakinan untuk dijalani.. aku ingin berkarir disini... aku tidak ingin stagnan sampai disini saja.... yakin aku juga bisa seperti mereja, kerja keras, kerja ikhlas, kerja bersih pastinya....
oktoberpun tiba, sahabatku merried.... lagi dan lagi sahabatku lagi, devy dari lampung yang ku kenal semasa training di cisarua pun akhirnya menikah... dan itu tandanya..... aku harus jalan2 ke lampung..
mengambil cuti selama 7 hari untuk berkunjung ke bumi gajah dan bumi pisang itu membuatku sedikit merehatkan pikiran ttg kerjaan....
alhamdulillah........
semoga setelah liburan ini bisa lebih fokus pada kerjaan dan siap untuk turun ke lapangan, demi karir dan masa depan.....

so, sekian dulu sebagai pengantar dari keabsenanku selama ini..
have a nice weekend everybody.......

Sabtu, 11 Februari 2012

padaMu... hanya padaMu.....

Bulan ini rupanya "agak" banyak bercerita tentang diriku...
Let's move on lah dengan segala kapasitasku...
Biarlah aku menginjak menyusuri kerikil ini mencapai tujuan yang bersolek elok, berkilau dan teduh di ujung sana walaupun ku tak tahu kapan akan sampai kesana....
Yang kupercaya ada Allah SWT mau ikut membimbingku kesana, membekaliku dengan ketegaran, kesabaran dan keikhlasan... Amiin. Semua ini miliknya, dan akan kembali kepadanya. La Tahzan Emmie...dalam kesulitan akan datang kemudahan, begitu janjiNYA padaku.

Hmmm tapi kenapa terasa tak berhenti ya Rabb? apakah aku begitu lemah dan kosong sehingga kertas ujian itu hanya selalu dipenuhi soal-soal yang tak kunjung benar jawabannya? atau apakah aku terlalu kuat sehingga Engkau terus menunggu hasil-hasil jawabanku yang selalu istimewa?apapun itu semua adalah kuasaMu. PerintahMu yang kuingat adalah kertas ujian itu bukan untuk dirobek-robek emmie...tetapi untuk kau selesaikan!

Berarti aku tidak boleh marah, aku tidak boleh memberontak atau malah berbalik memusuhi dan menghujatMu beserta tingkah polah "ajaib" insan di dunia ini?baiklah....aku usahakan seperti itu, tetapi janji ya Rabb antarkan aku dan anak-anak secepatnya ke telaga warna yang penuh cahaya itu.....kami ingin merasakan wanginya ketentraman dan ketulusan.

Semua takdirmu baik ya Allah.....tidak patut aku menyalahkan keadaan, tidak bijak jika aku teriak, tidak etis apabila ku meringis. Tenggelam dalam doa kepadaMu itu akan lebih tepat adanya....

Lebih baik pula mensyukuri nikmatmu yang berlimpah, termasuk kemuliaan hari ini yang kembali menghantarkan aku pada kenangan yang telat terlewati....

aku hanya yakin, Allah selalu memberikan yang terbaik untukku. disaat yang baik meninggalkanku, maka yang terbaik akan datang padaku..


*terinspirasi dari blog ASM

Kamis, 10 November 2011

Jangan menikah di tanggal "Cantik"

Banyak calon pengantin yang saat ini tidak lagi memilih tanggal perkawinan sesuai perhitungan "hari baik" seperti yang dipercaya para orangtua. Kaum muda meyakini bahwa semua hari adalah hari baik. Oleh karena itu, mereka bisa menentukan tanggal berapa pun untuk menikah dan melahirkan anak. Karena bisa memilih, kini mereka menginginkan tanggal-tanggal "cantik" seperti 7 Juli 2007, 8 Agustus 2008, atau tahun ini, 11 November 2011, atau 20 November 2011.

Alasan memilih tanggal-tanggal cantik ini sangat beragam. Ada yang sekadar menganggapnya "tanggal cantik", ada yang memilihnya agar mudah diingat (karena kombinasinya secara angka menjadi 11-11-11 atau 20-11-2011), atau percaya bahwa kombinasi angka tersebut merupakan angka "hoki".

Namun jika kelak Anda berniat memilih tanggal-tanggal dengan kombinasi "cantik" seperti itu, sebaiknya Anda pikirkan kembali masak-masak. Berdasarkan pengalaman beberapa pasangan pengantin yang telah menikah di tanggal-tanggal cantik tersebut, justru mereka mengalami banyak hal yang kurang menguntungkan. Bahkan, para tamu pun akan terkena imbasnya. Beberapa hal berikut ini mungkin bisa Anda jadikan pertimbangan:

1. Sulit mencari lokasi perkawinan. Begitu banyaknya pasangan yang mengincar tanggal tersebut membuat gedung-gedung perkawinan sudah tersewa jauh-jauh hari. Banyak calon pengantin yang berani membayar lebih mahal daripada tarif normal, namun toh tak berhasil mendapatkannya. Akhirnya yang diperoleh hanyalah kekecewaan, karena terpaksa memilih tanggal lain. Kalau toh berhasil mendapatkannya, Anda juga terpaksa menghabiskan lebih banyak biaya.

2. Kesulitan mencari gedung perkawinan juga diikuti dengan kesulitan mencari vendor pendukung lain yang masih dapat melayani pada tanggal tersebut, seperti katering, make up artist, penjahit kebaya, fotografer, dekorasi, mobil pengantin, percetakan untuk undangan, dan lain sebagainya. Akibatnya, Anda harus mencari vendor pengganti, yang pilihannya mungkin tidak terlalu memuaskan untuk Anda.

3. Selain gedung perkawinan, pihak lembaga agama yang akan menikahkan Anda juga akan sulit memberikan pelayanan jika jumlah calon pengantin terlalu banyak. Siap-siap saja ditolak jika Anda tidak memesan tempat sejak beberapa bulan sebelumnya. Gereja, misalnya, maksimal hanya akan menyelenggarakan tiga sakramen perkawinan dalam satu hari tersebut.

4. Karena pesanan meningkat, penyedia jasa perkawinan umumnya juga menaikkan harga atau tarifnya. Beberapa unit yang cenderung menaikkan harga contohnya, florist, penjahit atau desainer, percetakan, fotografer, persewaan mobil, dan lain sebagainya.

5. Anda akan dibuat lebih deg-degan karena penjahit kebaya atau percetakan tempat Anda mencetak undangan kebanjiran order, sehingga pesanan Anda pun terancam tidak akan selesai pada waktunya. Bayangkan apa yang Anda rasakan, jika penjahit kebaya menjanjikan kebaya baru akan selesai pada hari H! Justru karena Anda tidak turun tangan langsung mengurusi undangan, misalnya, Anda hanya dapat menunggu kabar, dan hal ini sama sekali tidak menyenangkan.

6. Teman-teman atau kerabat Anda umumnya juga kebanjiran undangan pada hari yang sama. Sekalipun acara digelar pada jam yang berbeda, tamu tetap harus memilih undangan mana yang harus dihadiri. Bayangkan bila Anda menerima tujuh undangan dalam satu hari, dengan lokasi yang saling berjauhan. Menghadiri tiga undangan saja tentu sudah cukup melelahkan.

7. Macet! Sebagai tamu, Anda akan dibikin stres mengarungi jalanan kota Jakarta untuk menghadiri undangan di sana-sini. Jangan lupakan juga vendor yang melayani kebutuhan Anda, seperti pembuat janur atau katering. Seringkali kurirnya harus mengantarkan pesanan di beberapa tempat, dan ikut terkena macet. Lagi-lagi Anda akan dibuat was-was pesanan datang terlambat.

8. Karena tamu Anda harus menghadiri beberapa undangan sekaligus, sedangkan kondisi jalanan sangat tidak bersahabat, Anda juga khawatir banyak teman atau keluarga yang tidak dapat menghadiri pernikahan Anda. Akibatnya, resepsi perkawinan Anda sepi, dan hidangan yang melimpah ruah jadi sia-sia.

9. Banyak calon pengantin yang punya pikiran yang sama dengan Anda: memilih tanggal cantik. Akhirnya, tanggal tersebut tidak lagi eksklusif, atau tidak istimewa lagi, karena Anda bukan satu-satunya yang menikah pada tanggal tersebut.

Nah, sekarang coba bandingkan hal-hal di atas dengan keuntungan yang Anda dapatkan dengan memilih tanggal "keramat". Kemungkinan besar, Anda hanya akan menyimpan tanggal cantik yang mudah diingat oleh Anda sendiri. Selebihnya, hanya kerepotan yang Anda dapatkan.

Karena itu, jika Anda berencana menikah pada 12 Desember 2012 nanti, ada baiknya Anda melakukan berbagai tindakan antisipasi untuk berbagai kerepotan yang mungkin akan terjadi. Jika Anda telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, bukan tak mungkin rencana pernikahan Anda pun akan sukses dan menjadi kenangan manis.

Selamat merencanakan perkawinan!

http://female.kompas.com/read/2011/11/10/10482745/Jangan.Menikah.pada.11-11-11

Refleksi Hari Pahlawan 10 november 2011

Hari ini, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Pahlawan 10 November 2011. Peristiwa bersejarah itu menjadi momen penting untuk direfleksikan mengingat jasa-jasa para pahlawan begitu besar untuk bangsa ini dan begitu indah untuk dilupakan. Momen sejarah ini mengingatkan kita bahwa kemerdakaan bangsa ini bukan dari hasil pemberian negara lain, tetapi hasil dari jerih payah pahlawan bangsa ini yang dengan berkorban untuk negeri tercinta: Indonesia.

Bertahun-tahun, bangsa ini melakukan peringatan hari-hari besar nasional: Sumpah Pemuda, Hari Kartini, Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Pahlawan. Namun, apa yang telah direfleksikan oleh bangsa ini terkait peringatan-peringatan itu? Di sudut-sudut perkampungan, sekolah-sekolah, intansi pemerintahan, Hari Pahlawan dan hari nasional lainnya menjadi momen untuk mengingatkan kita akan jasa-jasa para pahlawan yang telah mengukir keberhasilannya merebut tanah air dari segala bentuk intervensi asing dan penjajahan.Hari ini pula kita memperingati Hari Pahlawan sebagaimana peringatan-peringatan sebelumnya: pesan dan kesan yang disampaikan saat upacara dari waktu ke waktu semakin berubah.

Kalau dulu (sekitar sepuluh tahun lalu) mungkin berbeda pesan dan kesan yang diucapkan dibandingkan dengan saat ini. Saat ini, pesan Hari Pahlawan tidak saja bermuara pada pesan untuk tidak melakukan korupsi yang merusak sendi-sendi bangsa Indonesia, tetapi juga pesan agar masyarakat lebih melek terhadap sejarah bangsa ini (terutama perjuangan para pahlawan bagi kaum muda dan kaum tua tentunya).

Pesan itu, seiring dengan memudarnya pemahaman dan minimnya antusiasme generasi muda akan sejarah bangsa ini. Jangankan untuk mengenal dan mengetahui sejarah para pahlawan negeri ini,untuk sekedar membaca pun sudah kian malas. Arus globalisasi dan perubahan teknologi yang kian maju, berkembangnya teknologi informasi belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para generasi muda untuk mengenal para pahlawan kita.

Budaya pop (chating dan facebookan yang kian santer ngetren-nya) menjadi dominan ketimbang mengetahui sejarah bangsa ini, terutama kepahlawanan para pejuang bangsa Indonesia.

Hari Pahlawan, sesungguhnya menjadi momen penting tidak saja bagi generasi muda, tetapi juga penting bagi keum tua. Kaum tua. Penulis memilik kata “kaum tua” karena kaum tua menjadi contoh untuk para generasi muda. Jika kita melihat fenomena konflik yang santer terekspose media massa akhir-akhir ini–dimana sebuah hukum diperjualbelikan, suap-menyuap menjadi hal yang sangat lazim, sesungguhnya itu menandakan inimnya pemaknaan akan segala bentuk Hari Besar Nasional” Hari Sumpah Pemuda, Hari Kartini, Hari Kebangkitan Nasional, serta Hari Pahlawan.

Jelas, para pahlawan bukan tidak memiliki tujuan melakukan pelbagai perlawanan terhadap para penjajah yang mencoba merebut bangsa ini dan mereka (para pahlawan) tentu tidak ingin secuil tanah subur ini jatuh ke genggaman para penjajah. Terlebih, peristiwa perlawanan para pahlawan ini setelah Indonesia merdeka, meraka tahu betul betapa sulit dan penuh pengorbanan mendapatkan sebuah kemerdekaan. Ya, kemerdakaan. Kemerdakaan yang diinginkan kita semuIndonesia dan seluruh rakyat Indonesia.

Mari, pada momen ini kita tetap menghargai jasa-jasa para pahlawan dengan melakukan yang terbaik bagi bangsa ini. Negeri ini membutuhkan figur para pejuang, bukan para pecundang yang akan memperosokkan Indonesia ke dalam jurang kehancuran. Pemberantasan korupsi dan segala bentuk tindakan merugikan negara harus diberangus dari negeri ini. Selamat Hari Pahlawan…

"selamat memperingati hari Pahlawan, semoga semangat juang para pahlawan mampu menjadi inspirasi dan motivasi untuk kita generasi penerus Bangsa"

Selasa, 08 November 2011

Agar pekerjaan tidak terasa membosankan


Mengerjakan rutinitas yang sama setiap hari dapat menimbulkan kebosanan. Kebosanan terjadi karena Anda sudah mulai merasa pekerjaan monoton. Hal ini dapat berpengaruh buruk pada produktivitas pekerjaan.

Bagaimanapun juga, profesionalisme harus Anda tunjukkan dalam keadaan apapun. Jika rasa jenuh sudah sangat mendera, ikuti tips berikut ini seperti dikutip dari Economic Times.

1. Pindah Divisi
Carilah kegiatan baru di dalam atau luar kantor yang menantang Anda. Misalkan Anda bisa mengikuti seminar-seminar. Bisa juga Anda meminta untuk dipindahkan ke divisi lain jika memungkinkan. Bertemu dengan orang-orang baru dapat menyegarkan pikiran Anda.

2. Manajemen Emosi
Anda mulai merasa pekerjaan sebagai suatu hal yang monoton, mungkin karena Anda terlalu cemas dan panik akan pekerjaan tersebut. Sehingga di mana pun Anda berada, Anda memikirkan banyak deadline. Jadi, pastikan ketika Anda sudah pulang ke rumah, tidak lagi memikirkan pekerjaan, apalagi pekerjaan sampai dibawa pulang. Begitu pun saat akhir pekan, manfaatkanlah waktu libur Anda sebaik-baiknya untuk menyenangkan diri Anda.

3. Browsing Internet
'Everyday is a new day', itulah ungkapan yang sering terlontar. Sehingga, untuk memecahkan kejenuhan dengan pekerjaan, setiap harinya Anda harus meneliti hal-hal baru yang bisa diaplikasikan pada pekerjaan. Entah itu browsing internet dengan mencari modul-modul atau membaca buku-buku bermanfaat.

4. Bersosialisasi
Pekerjaan menjadi sangat monoton, mungkin karena Anda hanya duduk seharian menatap komputer tanpa bersosialisasi. Berinteraksi dengan karyawan lainnya dapat memecahkan rutinitas harian Anda. Berbagi cerita menarik dan ide-ide dengan orang lain dapat menyegarkan pikiran Anda.

5. Cuti
Dengan mengambil waktu libur panjang, Anda dapat menyegarkan diri dan menghindari dari rasa jenuh. Pastikan mengambil cuti setiap tahunnya agar terhindar dari pekerjaan yang terasa monoton.

Selasa, 01 November 2011

Memanen Pedih

air mata memang tak pernah minta ditumpahkan

sekecil atau sederas apapun sebuah kepedihan

tetapi, hati yang pedih seolah memaksa

bendungan kesabaran membuncahkan

debarnya

air mata memang tak pernah ingin dialirkan

dari suasana yang bagaimanapun

tetapi, hati tak tahan menahan desakan alirnya

membasahi luka yang sebenarnya tak pernah ada

pada jiwa dengan luka yang terus menganga